Kapolres Pasuruan Kota Resmi Tutup Latja Siswa Diktukba Polri Berkemampuan Brimob 2026
Polresta Pasuruan – Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai penutupan kegiatan Latihan Kerja (Latja) Siswa Diktukba Polri berkemampuan Brimob Tahun Anggaran 2026 di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya proses pembelajaran lapangan yang telah dijalani para siswa sebagai bagian dari pembentukan karakter dan peningkatan kemampuan teknis kepolisian.
Kegiatan penutupan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 06 Mei 2026, bertempat di Rupatama Sanika Satyawada Polres Pasuruan Kota, Jalan Raya Gajah Mada 19 Pasuruan. Acara berlangsung tertib dan penuh antusias dengan dihadiri oleh Waka Polres Pasuruan Kota, Kabag SDM Polres Pasuruan Kota, para mentor Polres Pasuruan Kota, serta pembina siswa Diktukba Polri berkemampuan Brimob Tahun Anggaran 2026 dari SPN Polda Jatim.
Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly secara resmi menutup kegiatan Latja tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Latja merupakan bagian penting dalam proses pembentukan anggota Polri yang profesional, khususnya bagi siswa dengan kemampuan Brimob.
Latihan Kerja Siswa Diktukba Polri berkemampuan Brimob Tahun Anggaran 2026 di Polres Pasuruan Kota ini dilaksanakan selama 14 hari. Dalam kurun waktu tersebut, para siswa mendapatkan berbagai materi serta pengalaman langsung di lapangan guna meningkatkan kemampuan teknis dan kesiapsiagaan dalam menghadapi tugas kepolisian.

Selama kegiatan berlangsung, para siswa dibekali berbagai pengetahuan dan praktik lapangan, mulai dari patroli, pengamanan, hingga penanganan situasi kontinjensi yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan tindakan. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan pendampingan personel berpengalaman agar proses pembelajaran berjalan maksimal.
Dalam sambutannya, AKBP Titus Yudho Uly menyampaikan apresiasi kepada seluruh siswa yang telah mengikuti Latja dengan penuh disiplin, dedikasi, dan tanggung jawab. Ia menilai para siswa telah menunjukkan semangat tinggi dalam menjalani setiap tahapan latihan yang diberikan.
“Latihan kerja ini bukan hanya sekadar bagian dari pendidikan, tetapi merupakan sarana penting dalam membentuk karakter, meningkatkan profesionalisme, serta menanamkan nilai kedisiplinan dan loyalitas sebagai anggota Polri, khususnya fungsi Brimob yang dituntut selalu siap dalam berbagai situasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas, etika profesi, serta sikap humanis dalam setiap pelaksanaan tugas. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, menjadi hal utama yang harus dijaga oleh setiap anggota Polri.
Dengan berakhirnya kegiatan Latja ini, diharapkan para siswa mampu menjadi sosok Bhayangkara yang tangguh, profesional, serta siap menghadapi berbagai tantangan tugas demi menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di tengah masyarakat.

